Yupiter Merupakan Planet Paling Besar di Tata Surya

Jupiter ialah planet paling besar di sistem tata surya. Planet tersebut terletak dalam urutan kelima dari matahari, merupakan sesudah planet Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Planet Jupiter yaitu bola gas raksasa, seperti planet Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Planet Jupiter juga dikenal planet luar gara-gara terletak di daerah setelah lintasan asteroid di dalam sistem tata surya tempat Bumi berada.

Planet ini juga sudah diketahui sejak masa lalu oleh pakar ruang angkasa pada waktu itu. Keberadaan Jupiter senantiasa dikorelasikan sama dongeng-dongeng & kepercayaan bangsa Romawi. Opini itu terbukti berakibat di dalam perihal pemberian sebutan Jupiter, yaitu seorang dewa pada kepercayaan rakyat Romawi.

7. Terdapat Satelit Alami Paling Besar

Jupiter mempunyai satelit alami paling besar di tata surya yaitu, satelit Ganymede. Satelit Ganymede mengitari planetnya dalam kurun waktu sekitar tujuh hari. Besarnya satelit ini lebih besar ketimbang planet terkecil ialah Merkurius, namun massanya hanya sebagian. Satelit itu ditemukan oleh Galileo di tahun 1610, tapi nama satelit tersebut diusulkan sama Simon Marius.

6. Bintik dengan Warna Raksasa

Seperti yang sudah ditunjukkan sebelumnya, dimana pada planet ini timbul angin ribut raksasa karena terdapat atmosfer yang mempunyai perputaran yang berlawanan. Puting-beliung raksasa yang timbul dalam planet tersebut menimbulkan bintik warna merah besar di atmosfer planet. Dimana titik berwarna merah itu telah dikenal semenjak abad ke 17.

5. Teka-teki Planet Jupiter

Di dalam rangka menguak misteri tentang planet ini badan Antariksa Amerika Serikat meluncurkan satu wahana antariksa bernama Juno. Wahana ruang angkasa tersebut ialah wahana ruang angkasa otomatis tanpa manusia & dibutuhkan waktu 5 tahun agar dapat sampai di planet terbesar ini. Tujuan dari Juno ialah untuk menguak teka-teki tentang planet itu.

Salah satunya untuk mengungkap berasal darimana medan magnet berkekuatan besar yang dimiliki planet terbesar pada sistem tata surya kita. Para peneliti NASA berupaya membuat peta medan magnet, gravitasi, dan struktur dalam planet ini. Lewat Juno peneliti membongkar bahwa awan dalam atmosfer planet ini terbukti juga mengandung air.

4. Planet Jovian

Planet pada sistem tata surya bisa diklasifikasikan menjadi dua klasifikasi berdasarkan ciri-ciri fisisnya. Planet kebumian atau terrestial adalah planet yang mempunyai daratan atau tertata dari bebatuan. Sedang planet Jovian adalah planet gas berukuran besar yang struktur permukaannya terbuat dari gas seperti planet Jupiter, Uranus, Neptunus, dan Saturnus.

3. Adanya Makhluk Hidup dalam Planet Raksasa Ini

Berdasarkan para ilmuwan kehidupan di planet Jupiter kemungkinan bisa terjadi, tapi wujud kehidupannya tak seperti di Bumi. Pendapat ini karena sedikitnya kandungan air. Makhluk hidup memiliki inti berupa air dan amonia diperkirakan bisa terjadi di lapisan udara planet Jupiter. Surya hal yang demikian berdasarkan kehidupan di laut bagian bawah, dimana terdapat binatang-hewan yang mampu bertahan pada tekanan tinggi.

Ada juga suatu pendapat yang menyuarakan bahwa diprediksi terdapat bukti kehidupan dalam satelit Europa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daratan satelit Europa dilapisi dengan dataran es dan ditumbuhi oleh berbagai bunga. Bunga itu mampu dikenali karena cahaya yang dipantulkan nampak semisal sebagaimana pantulan yang berasal dari organ mata binatang dan tanaman. (informazone.com)

2. Rentang Planet ke Sang Surya

Ukuran jarak antar planet dari sang surya berkisar 778 juta km, jarak tersebut mirip dengan 5 kali jarak antara bumi dengan sang surya. Sedangkan planet Jupiter membutuhkan waktu 12 tahun menjalankan satu kali revolusi. Pendapat tersebut menyebabkan cuaca dalam planet tersebut tidak terlalu sering berubah.

1. Bentuk Planet Jupiter dari Bumi

Sebagai objek angkasa paling terang nomer empat pada tata surya. Planet ini bisa memungkinkan untuk dilihat dengan tanpa alat bantu dari bumi. Pada saat-saat tertentu, planet paling besar di sistem tata surya ini dapat diperhatikan di ufuk timur sejam sebelum matahari terbit. Paling akhir planet tersebut terlihat pada februari th. 2016.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *